Tips untuk menjadi seorang Single Parents yang mandiri

 

Jika dulu menjadi single parent seperti sebuah hal yang tabu namun beda dengan sekarang di mana fenomena single parent sudah mulai banyak ditemukan. Meski masih dipandang sebelah mata akan tetapi menjadi single parent tidaklah mudah, sebagai orang tua tunggal sudah pasti akan mengemban tugas ganda yang tidak bisa dilakukan oleh semua orang tua baik menjadi ayah maupun ibu. Bila posisi anda saat ini mengharuskan untuk bisa menjadi seorang single parent maka jangan terlebih dulu berputus asa, banyak orang di luar sana yang bisa tetap bertahan dengan keadaan yang mungkin lebih berat dari anda, tetaplah Menjadi singel parent yang mandiri dan sanggup menjalaninya dengan sebaik baiknya.

 

Tips untuk bisa menjadi seorang single parent yang mandiri

 

  1. Memiliki dua peran

Baik menjadi ibu atau ayah sekaligus, ini berarti bahwa anda harus bisa mengemban tugas secara bersamaan dengan dua peran yang tak bisa tergantikan. Tak peduli anda adalah seorang ibu atau ayah yang single, tetap luangkan waktu untuk bermain dengan anak setelah kesibukan anda selesai. Anda juga bisa mencarikan teman bermain jika dirasa terlalu sulit bagi anda untuk memainkan permainan anak, dan jangan lupa untuk tetap berusaha menjelaskan kondisi anda dan pasangan yang sudah tidak bersama agar anak tidak bingung dengan kondisi di rumah.

 

  1. Masalah keuangan dan ekonomi

Jika dulu semua pengeluaran dalam rumah tangga bisa diatasi secara bersama, namun kali ini anda harus bisa menentukan sendiri semua pengeluaran yang berkaitan dengan kebutuhan hidup anda dan anak, mulai dari kebutuhan sehari – hari, sekolah, kesehatan, serta uang saku anak. Anda harus lebih cermat dalam memilah apa saja yang menjadi prioritas dari kebutuhan anda, selain itu juga anda harus bisa menyisihkan sedikit uang untuk tabungan dan investasi yang kelak akan sangat membantu anda jika sudah saatnya.

 

  1. Faktor lingkungan

Harus diakui bahwa hidup memang harus selalu bisa bersosialisasi dengan lingkungan, meski terkadang terasa cukup berat karna dipandang miring namun tidak ada salahnya untuk tetap berusaha menjadi pribadi yang baik dalam masyarakat. Untuk mengatasi resiko cibiran atau omongan dari lingkungan maka tidak ada salahnya bagi anda untuk mencari teman baik dari keluarga atau saudara agar bisa menemani di rumah, selain itu juga jangan terlalu menutup diri dari lingkungan dan selalu ikuti berbagai kegiatan masyarakat yang kiranya bisa membuat anda lebih akrab dengan sekitar.

 

  1. Kebutuhan seksual

Bagaimana pun juga seksual memang sudah menjadi kebutuhan bagi semua orang dan tentu saja ini akan cukup merepotkan ketika sudah dalam posisi single parent, maka sangat penting sekali untuk bisa melakukan berbagai aktivitas lain yang bisa mengantisipasi hasrat seksual yang lebih besar. Beberapa kegiatan yang bisa anda coba lakukan antara lain seperti menonton film dan membaca majalah dewasa, melampiaskan hasrat dengan cara masturbasi, atau bisa juga anda mengikuti aktivitas atau hobi lain, misalnya bermain taruhan bola yang fun dan tidak memicu hasrat seksual yang lebih besar.

 

 

Pada akhirnya, menjadi seorang single parents bukanlah hal yang mudah. Kita harus berusaha lebih keras dan tentunya bisa lebih sabar dalam mengatur emosi yang kita miliki. Semua ini karena pekerjaan yang seharusnya bisa dilakukan berdua seperti contohnya mengurus dan mendidik anak serta mempersiapkan kebutuhan rumah dan ekonominya semua harus dikerjakan sendiri. Akan tetapi semua itu bukanlah tidak mungkin, dengan beberapa tips di atas anda pasti bisa melakukannya. Selain itu apapun kata orang orang di sana, anda tetap harus kuat dan meyakini pilihan anda menjadi single parents. Ingat bahwa semua yang anda lakukan untuk buah hati anda.

 

Tips Menghadapi Pandangan Negatif untuk Wanita Bercerai

Stigma terhadap kaum janda alias wanita yang bercerai dengan suaminya memang seringkali dianggap buruk di kalangan masyarakat. Mereka yang tidak mengetahui seluk beluk perceraian serinkali lebih menyalahkan kaum perempuan yang dianggap tidak dapat mengurus rumah tangga dengan baik. Padahal mereka yang memandang buruk kaum janda tidak mengetahui detail pasti keretakan rumah tangganya. Bahkan janda juga sering dianggap sebagai “pengganggu” rumah tangga orang lain. Pandangan-pandangan negatif seperti itu sudah lumrah dihadapi para janda di Indonesia. Lalu bagaimana cara menghadapi pandangan negative untuk wanita-wanita yang bercerai?

 

4 Tips Menghadapi Stigma Negatif untuk Wanita Bercerai

 

1. Kelola Pola Pikir Positif

Bagi kaum wanita, menghadapi percerairan bukanlah hal yang mudah. Terlebih lagi harus menghadapi berbagai omongan orang-orang sekitar yang seringkali membawa stigma negatif. Akan tetapi, yang membawa diri Anda dalam pemikiran negatif justru dari diri Anda sendiri. Selama Anda takut menghadapi status dan stigma negatif dari kalangan sekitar, justru Anda telah mengamini anggapan tersebut.

 

Cobalah Anda bertanya pada diri Anda sendiri apakah pantas disebut sebagai janda yang tidak baik? Jika tidak, tunjukkan pada sekitar Anda terutama kerabat dekat bahwa anggapa negatif tersebut tidak layak diterima oleh diri Anda. Apalagi jika Anda sudah dikarunia seorang anak, cobalah bersikap bijak dan terus berpikir positif. Hidup tidak seburuk yang Anda bayangkan.

 

2.Hindari Menutup Diri

Tidak baik jika pasca perceraian Anda dengan sang suami justru membuat Anda menutup diri dari pergaulan di masyarakat, atau malah jarang muncul di acara keluarga besar. Justru dengan lebih membuka diri dan aktif bersosialisasi ke lingkungan sekitar akan membuka kesempatan Anda lebih besar, baik dari segi rejeki, teman baru dan aura positif yang lain. Jangan terus menerus mengurung diri dirumah dan enggan bersua kepada tetangga. Tunjukkan bahwa Anda lebih kuat dari yang mereka kira. Bersibuklah dengan hal-hal yang positif yang bisa membawa Anda pada lingkungan yang positif juga.

 

3.Beri Perhatian Lebih Untuk Buah Hati

Ketahuilah, perceraian tidak hanya terasa berat untuk Anda, tapi juga dirasakan untuk Anak Anda. Anak yang berasal dari keluarga broken cenderung menutup diri dan sering merasa malu di depan teman-temannya. Apalagi untuk anak dibawah umur yang cenderung mengalami ejekan dari temannya. Emosi anak sering tidak stabil dalam menghadapi perceraian kedua orang tuanya, sehingga Anda perlu memberikan pengertian kepada anak. Berikan perhatian lebih kepada Anak Anda. Jangan sampai perceraian justru membuat Anda lupa untuk memberikan kasih saying kepada anak karena kesibukan mencari nafkah seorang diri.

 

4.Hindari Sikap yang Mengundang Stigma Negatif

Memang tidak mudah menyandang status janda bagi seorang wanita. Ada beberapa hal yang bisa mengundang stigma negatif terhadap wanita bercerai, seperti pergaulan lawan jenis yang tidak dibatasi, sibuk bekerja dan tidak mengurus anak, serta hal-hal lainnya yang bisa dipandang negatif. Hindari hal-hal yang sekiranya akan membuat orang lain berpadangan negatif terhadap Anda. Batasi pergaulan Anda dengan lawan jenis apalagi mengajaknya kerumah. Tentu saja hal tersebut akan membuat tetangga-tetangga akan memandang Anda secara negatif.

Pada intinya, menghadapi pandangan negatif bagi kaum wanita yang bercerai itu tergantung dari diri dan sikap Anda sendiri. Anda berhak untuk mendapatkan kebahagiaan tanpa harus menghadapi komentar-komentar negatif dari lingkungan sekitar.

 

Ketika harus memilih bertahan atau berpisah dalam hubungan LDR

Hubungan LDR atau Long distance relationship adalah sebuah hubungan yang terjalin dengan perbedaan jarak yang jauh atau kita bias menyebutnya dengan istilah hubungan jarak jauh. Hubungan LDR ini kerap dipertanyakan mau bertahan atau berpisah.

 

Bila bukan takdirnya mau bagaimana lagi? Memilih berpisah

 

Bila sudah takdirnya pasti bersama memilih bertahan

Ketika harus memilih bertahan atau berpisah dalam hubungan LDR memang suatu hal yang sulit dilakukan karena ada banyak hal yang memungkinkan terjadinya perpisahan dan juga kekuatan untuk bertahan. Faktor yang paling sering dikatakan oleh para pelaku LDR adalah mereka sulit menahan rindu.

 

Keputusan untuk bertahan

Dalam hubungan LDR kepercayaan, kesetiaan dan komunikasi adalah kunci untuk memutuskan tetap bertahan. Bagaimana sepasang kekasih saling menjunjung komitmen untuk tetap bertahan dengan kondisi yang ada. Banyak kasus di luar sana yang pada awalnya mereka ragu dengan Keputusan untuk LDR namun mereka tetap memilih bertahan dan akhirnya mereka menjadi pemenang dalam pertarungan jarak dan waktu itu.

Meskipun mereka ragu dan tetap menjalani namun banyak di antara mereka yang tidak berharap banyak pada hubungan LDR dan itu menjadi salah satu point penting ketika memutuskan untuk memilih bertahan.

 

Jika kalian tetap memilih bertahan dalam hubungan LDR perhatikan beberapa hal berikut. Pertama, jalin komunikasi yang lancar dengan pasangan yaitu dengan mengobrol setiap hari banyak orang yang sulit menerapkan ini karena dianggap “ah kan jadinya membosankan saat tak ada yang bisa di bahas” siapa bilang? Dengan adanya komunikasi yang lancar setiap harinya kalian akan mulai terbiasa mendengar kisah dari pasangan, otomatis akan ada banyak hal yang pasangan dan kalian ketahui dan hal itu bisa menjadi bahasan menarik setiap harinya. Jangan lengah untuk selalu memberi kabar dan perhatian meskipun hal sederhana.

 

Ketika berbicara tentang komitmen kepercayaan dan kesetiaan tidak semua orang bisa menanggung beban itu, kalian harus melihat juga orang yang diajak LDR, Jika kalian mengajak Playboy atau Playgirls untuk LDR terasa hal itu mustahil.

 

Keputusan untuk berpisah

Mengakhiri hubungan atau berpisah karena LDR bukanlah suatu yang salah, ada banyak faktor yang bisa membuat sepasang kekasih memutuskan untuk akhirnya berpisah ketika menjalani hubungan LDR. Modal Cinta yang kuat nyatanya tidak cukup untuk mengatasi segala rintangan yang menghadang karena faktor jarak.

Mereka yang memutuskan untuk berpisah karena LDR dikatakan dengan istilah manusia yang realistis dan percaya akan takdir sang kuasa. Mereka beranggapan bahwa hubungan jarak jauh itu merupakan sebuah ketegasan untuk membenarkan status jomblo atau sendiri yang terselubung.

 

Menahan rindu itu berat terutama untuk wanita yang memang diciptakan dengan kelemahan hatinya. Rindu itu sebuah perasaan yang menyerang hati manusia bila hatinya sedang tidak baik karena rindu maka otaknya juga akan mengalami masalah. Kegiatan sehari-hari akan menjadi tidak fokus hal yang seharusnya penting malah terabaikan.

Berpikir rasional karena kamu ingin pasangan fokus dengan apa yang dia lakukan di sana dan tidak membebani pikirannya dengan harus terus berkirim kabar.

 

Ketika harus memilih bertahan atau berpisah pada suatu hubungan LDR hal itu wajar terjadi bisanya pasangan yang memutuskan untuk berpisah adalah mereka yang sudah menjalani hubungan LDR lalu merasa tidak nyaman dengan hubungan yang dijalani sehingga keluarlah kata pisah.

Memilih untuk bertahan atau berpisah adalah perkara hati dan kenyamanan apapun hubungannya yang bisa menentukan pilihan itu adalah perasaan mu. Kamu berhak bahagia dengan cara mu sendiri memilih bertahan atau berpisah hanya masalah keterikatan. Jangan terlalu berharap pada sebuah hubungan yakin dan percayalah kuasa pencipta sanggup melawan teori-teori yang ada.