Tips Menghadapi Pandangan Negatif untuk Wanita Bercerai

Stigma terhadap kaum janda alias wanita yang bercerai dengan suaminya memang seringkali dianggap buruk di kalangan masyarakat. Mereka yang tidak mengetahui seluk beluk perceraian serinkali lebih menyalahkan kaum perempuan yang dianggap tidak dapat mengurus rumah tangga dengan baik. Padahal mereka yang memandang buruk kaum janda tidak mengetahui detail pasti keretakan rumah tangganya. Bahkan janda juga sering dianggap sebagai “pengganggu” rumah tangga orang lain. Pandangan-pandangan negatif seperti itu sudah lumrah dihadapi para janda di Indonesia. Lalu bagaimana cara menghadapi pandangan negative untuk wanita-wanita yang bercerai?

 

4 Tips Menghadapi Stigma Negatif untuk Wanita Bercerai

 

1. Kelola Pola Pikir Positif

Bagi kaum wanita, menghadapi percerairan bukanlah hal yang mudah. Terlebih lagi harus menghadapi berbagai omongan orang-orang sekitar yang seringkali membawa stigma negatif. Akan tetapi, yang membawa diri Anda dalam pemikiran negatif justru dari diri Anda sendiri. Selama Anda takut menghadapi status dan stigma negatif dari kalangan sekitar, justru Anda telah mengamini anggapan tersebut.

 

Cobalah Anda bertanya pada diri Anda sendiri apakah pantas disebut sebagai janda yang tidak baik? Jika tidak, tunjukkan pada sekitar Anda terutama kerabat dekat bahwa anggapa negatif tersebut tidak layak diterima oleh diri Anda. Apalagi jika Anda sudah dikarunia seorang anak, cobalah bersikap bijak dan terus berpikir positif. Hidup tidak seburuk yang Anda bayangkan.

 

2.Hindari Menutup Diri

Tidak baik jika pasca perceraian Anda dengan sang suami justru membuat Anda menutup diri dari pergaulan di masyarakat, atau malah jarang muncul di acara keluarga besar. Justru dengan lebih membuka diri dan aktif bersosialisasi ke lingkungan sekitar akan membuka kesempatan Anda lebih besar, baik dari segi rejeki, teman baru dan aura positif yang lain. Jangan terus menerus mengurung diri dirumah dan enggan bersua kepada tetangga. Tunjukkan bahwa Anda lebih kuat dari yang mereka kira. Bersibuklah dengan hal-hal yang positif yang bisa membawa Anda pada lingkungan yang positif juga.

 

3.Beri Perhatian Lebih Untuk Buah Hati

Ketahuilah, perceraian tidak hanya terasa berat untuk Anda, tapi juga dirasakan untuk Anak Anda. Anak yang berasal dari keluarga broken cenderung menutup diri dan sering merasa malu di depan teman-temannya. Apalagi untuk anak dibawah umur yang cenderung mengalami ejekan dari temannya. Emosi anak sering tidak stabil dalam menghadapi perceraian kedua orang tuanya, sehingga Anda perlu memberikan pengertian kepada anak. Berikan perhatian lebih kepada Anak Anda. Jangan sampai perceraian justru membuat Anda lupa untuk memberikan kasih saying kepada anak karena kesibukan mencari nafkah seorang diri.

 

4.Hindari Sikap yang Mengundang Stigma Negatif

Memang tidak mudah menyandang status janda bagi seorang wanita. Ada beberapa hal yang bisa mengundang stigma negatif terhadap wanita bercerai, seperti pergaulan lawan jenis yang tidak dibatasi, sibuk bekerja dan tidak mengurus anak, serta hal-hal lainnya yang bisa dipandang negatif. Hindari hal-hal yang sekiranya akan membuat orang lain berpadangan negatif terhadap Anda. Batasi pergaulan Anda dengan lawan jenis apalagi mengajaknya kerumah. Tentu saja hal tersebut akan membuat tetangga-tetangga akan memandang Anda secara negatif.

Pada intinya, menghadapi pandangan negatif bagi kaum wanita yang bercerai itu tergantung dari diri dan sikap Anda sendiri. Anda berhak untuk mendapatkan kebahagiaan tanpa harus menghadapi komentar-komentar negatif dari lingkungan sekitar.

 

Spread the love